Di halaman ini
- Pasar kripto Indonesia: seberapa besar dan seberapa ramai
- Apakah legal? Kerangka hukum dalam satu menit
- Jalur tercepat dari nol ke Bitcoin pertama
- Sepuluh platform dalam satu tabel
- Cara mengecek apakah sebuah aplikasi benar-benar berizin
- Kartu kredit, PayPal, e-wallet, dan QRIS
- Uang tunai, ATM Bitcoin, OTC, dan P2P
- Jual crypto, tarik rupiah, dan simpan di dompet
- Peta wilayah: apa yang ada di mana
- Jalur mana yang cocok untuk Anda
- Tentang situs ini dan cara kami bekerja
Cara paling masuk akal untuk beli crypto di Indonesia adalah lewat aplikasi yang berizin OJK sebagai pedagang aset keuangan digital (PAKD). Anda mendaftar, memverifikasi e-KTP dengan selfie, top up rupiah dari rekening bank atas nama sendiri lewat virtual account atau QRIS, lalu membeli. Pemula biasanya butuh 20 sampai 45 menit (ini perkiraan kami dari rentang waktu resmi, bukan janji platform), atau sampai satu hari kerja kalau verifikasi KTP antre. Halaman ini adalah peta untuk semua jalur lain: kartu, e-wallet, uang tunai, ATM, OTC, P2P, sampai kota-kota dari Jakarta hingga Canggu. Kalau Anda ingin langsung praktik, buka cara beli crypto di Indonesia langkah demi langkah.
{{callout type="verify" title="Sudah dicek ke sumber"}} Angka izin, pajak, dan biaya di halaman ini kami cek ke sumber resmi atau halaman bantuan masing-masing platform saat pengecekan. Bursa efek kripto CFX memangkas biaya transaksinya lagi pada 1 Oktober 2026, jadi biaya per transaksi akan bergeser tipis. Selalu buka halaman biaya resmi sebelum berdeposit. Situs OJK tidak bisa dibuka dari lingkungan riset kami, sehingga daftar izin kami rujuk lewat media yang mengutip OJK. Cocokkan sendiri dengan daftar perizinan OJK. {{/callout}}
Pasar kripto Indonesia: seberapa besar dan seberapa ramai
Indonesia salah satu pasar kripto ritel terbesar di Asia Tenggara, dan angkanya cukup konkret. OJK mencatat 22,93 juta akun konsumen kripto pada Juli 2026, dengan nilai transaksi bulan itu Rp20,52 triliun. Kata "akun" penting: satu orang bisa punya beberapa akun di beberapa aplikasi, jadi jumlah orang sebenarnya lebih kecil dari 22,93 juta. Nilai transaksi sepanjang 2025 tercatat Rp482,23 triliun, turun dari Rp650,61 triliun pada 2024 menurut data Bappebti yang dirujuk media. Artinya pasar sempat mendingin setelah lonjakan 2024, tetapi jumlah akun tetap naik.
Soal peringkat, Chainalysis menaruh Indonesia di posisi ke-14 pada indeks adopsi kripto global edisi 2026 (terbit 23 September 2026), setelah posisi ke-7 pada edisi 2025. Jangan baca itu sebagai "pasar runtuh". Chainalysis mengubah metodologinya antar-edisi, sehingga peringkatnya tidak sebanding langsung. Pelajaran praktisnya untuk Anda sebagai pembeli: pasarnya cukup dewasa untuk punya puluhan platform berizin, tetapi cukup besar juga untuk menarik penipu. Kami bahas sisi itu di bawah dan di panduan penipuan crypto.
Apakah legal? Kerangka hukum dalam satu menit
Jawaban singkatnya: legal sebagai aset, tidak sah sebagai alat pembayaran. Sejak 10 Januari 2025 pengawasan aset keuangan digital, termasuk aset kripto, dipegang Otoritas Jasa Keuangan (OJK) lewat POJK 27/2024, yang kemudian diubah POJK 23/2025. Bappebti tidak lagi menjadi regulator kripto. Pedagang yang berizin disebut PAKD. Per 23 September 2026 OJK melaporkan 34 entitas berizin: 2 bursa, 2 lembaga kliring dan penjaminan, 2 pengelola kustodian, dan 28 pedagang (angka dari laporan IDX Channel yang mengutip OJK).
Bank Indonesia dan OJK berulang kali menegaskan bahwa rupiah satu-satunya alat pembayaran yang sah berdasarkan UU 7/2011 tentang Mata Uang. Jadi Anda boleh membeli, menyimpan, dan menjual crypto lewat pedagang berizin, tetapi tidak boleh membayar kopi, sewa vila, atau tiket dengan crypto. Turis sekalipun. Penjelasan lengkap, termasuk posisi orang asing dan platform luar negeri, ada di apakah crypto legal di Indonesia.
Soal pajak, aturan berlaku sejak PMK 50/2025 (1 Agustus 2025). Membeli tidak dikenai PPN. Menjual lewat pedagang dalam negeri berizin dikenai PPh Pasal 22 final 0,21% dari nilai transaksi, yang dipotong platform (penjelasan Ditjen Pajak); lewat platform asing tarifnya 1%. Contoh: menjual Bitcoin senilai Rp10.000.000 lewat aplikasi berizin berarti Rp21.000 langsung dipotong. Rincian, contoh hitungan, dan soal pelaporan SPT ada di panduan pajak crypto. Satu hal yang belum bisa kami konfirmasi dari teks resmi adalah tarif PPN atas biaya layanan platform, jadi kami tidak menyebut angkanya.
Jalur tercepat dari nol ke Bitcoin pertama
Misalkan Anda punya e-KTP, ponsel dengan kamera, dan rekening bank atas nama sendiri. Jalur tercepatnya seperti ini.
- Pilih satu aplikasi dari daftar PAKD dan cocokkan nama serta alamat situsnya di daftar OJK (2 sampai 3 menit).
- Pasang aplikasi dan daftar dengan nomor ponsel atau email (3 sampai 5 menit).
- Verifikasi e-KTP dan selfie liveness. Ini bagian paling lama, dari beberapa menit sampai sekitar satu hari kerja.
- Top up rupiah dari rekening sendiri lewat virtual account atau QRIS (1 sampai 5 menit pada jam operasional bank).
- Buka mode beli sederhana, pilih koin, masukkan nominal, dan konfirmasi (sekitar 1 menit). {{/steps}}
Bagi pengguna yang sudah terverifikasi, seluruh urutan ini sekitar lima menit. Minimal belinya kecil: Pintu menetapkan Rp11.000 per transaksi dan mode LITE di Indodax Rp10.000, jadi Anda tidak perlu membeli satu Bitcoin utuh. Setoran minimal Pintu Rp50.000, sementara Indodax, Reku, Pluang, dan Tokocrypto Rp10.000. Contoh biaya: membeli Bitcoin Rp1.000.000 lewat Instant Order Pluang hanya kena biaya bursa CFX sekitar Rp111 (0,0111%), sementara di Tokocrypto pembelian IDR dengan order taker menghabiskan 0,2222%, atau Rp2.222. Panduan lengkap dengan jam-jam kritis ada di cara beli crypto di Indonesia.
Sepuluh platform dalam satu tabel
Tabel di bawah menampilkan sepuluh platform: sembilan platform lokal berizin dan CEX.IO, platform luar negeri yang bukan berizin OJK dan tidak mendukung rupiah. Urutan platform lokal mengikuti seberapa banyak data yang bisa kami verifikasi dari halaman resmi, bukan bayaran. Baris yang tertulis "belum terverifikasi" memang belum bisa kami pastikan.
| Platform | Status di Indonesia | Biaya utama | Setoran rupiah | Cocok untuk |
|---|---|---|---|---|
| 1CEX.IOKunjungi situs Baca ulasan | Offshore Terdaftar FCA (UK) & NMLS (AS); bukan berizin OJK | Setoran kartu 0,49–4,99% + biaya layanan | Kartu, Apple/Google Pay; tanpa IDR (USD/EUR/GBP) | Yang butuh jalur kartu di luar bursa lokal |
| 2IndodaxKunjungi situs Baca ulasan | Lokal Berizin OJK (PAKD), lokal | Maker/taker bertingkat; biaya penarikan Rp10.000 | VA bank, QRIS 0,7%, e-wallet 1,5–2% | Pilihan koin banyak, pengguna terbesar |
| 3TokocryptoKunjungi situs Baca ulasan | Lokal Berizin OJK (PAKD), lokal | Beli IDR taker 0,2222%, jual 0,4322% | VA bank, QRIS & e-wallet 2% | Tabel biaya transparan |
| 4PintuKunjungi situs Baca ulasan | Lokal Berizin OJK (PAKD), lokal | Tanpa biaya terpisah (spread); tarik bank Rp4.500 | VA bank gratis, min. Rp50.000 | Pemula yang mau aplikasi simpel |
| 5RekuKunjungi situs Baca ulasan | Lokal Berizin OJK (PAKD), lokal | Lightning 0% + CFX; Pro 0,1% | VA gratis, QRIS 0,7% | Biaya rendah, 350+ koin |
| 6PluangKunjungi situs Baca ulasan | Lokal Berizin OJK (PAKD), lokal | Instant Order 0% (hanya CFX); limit 0,10%/0,15% | VA bank, QRIS 0,7%, GoPay 1,5% | Crypto + emas + saham dalam satu app |
| 7TrivKunjungi situs | Lokal Berizin OJK (PAKD), lokal | Cek situs resmi (belum terverifikasi) | Klaim 61 bank & e-wallet | Pengguna lama yang suka koin niche |
| 8Upbit IndonesiaKunjungi situs | Lokal Berizin OJK (PAKD), grup Dunamu | Cek Trade Guide resmi | Virtual account; cek status setoran IDR | Yang ingin bursa milik grup Korea |
| 9Bybit IndonesiaKunjungi situs Baca ulasan | Lokal Entitas lokal (eks-Nobi) berizin OJK | Belum terverifikasi | Cek aplikasi Bybit Indonesia | Pendatang baru, 500+ pasangan |
| 10Luno IndonesiaKunjungi situs Baca ulasan | Lokal Berizin OJK sejak 25 Mei 2026 | Setoran gratis; biaya trading belum terverifikasi | Transfer bank instan, min. Rp10.000 | Pemula yang suka antarmuka bersih |
Ringkasnya: Indodax platform dengan pengguna terbanyak (sekitar 9,9 juta pengguna atau 46,5% dari total nasional per Maret 2026 menurut data yang dikutip media dari OJK). Tokocrypto punya tabel biaya yang paling transparan. Pintu paling ramah pemula dengan setoran virtual account gratis. Reku menonjol di biaya rendah, dan Pluang cocok kalau Anda juga ingin emas dan saham di satu aplikasi. Perbandingan lengkap, cara kami menilai, dan siapa cocok dengan apa ada di bursa crypto terbaik di Indonesia. Ulasan per platform: Indodax, Tokocrypto, Pintu, Reku, Pluang, Luno, dan Bybit Indonesia. Semuanya terkumpul di indeks ulasan.
Cara mengecek apakah sebuah aplikasi benar-benar berizin
OJK menyatakan bahwa entitas yang tidak ada dalam whitelist tidak berizin dan tidak diawasi OJK. Jadi pengecekan itu wajib, bukan formalitas. Caranya sederhana:
- Buka halaman perizinan OJK untuk aset keuangan digital dan aset kripto, lalu cari nama perusahaan (misalnya PT Pintu Kemana Saja untuk Pintu).
- Cocokkan juga alamat situs dan aplikasinya. Whitelist mencakup kanal resmi, jadi merek yang sama di domain lain belum tentu berizin.
- Bedakan PAKD (sudah berizin penuh) dari CPAKD (calon, baru terdaftar).
- Masih ragu? Hubungi Kontak OJK 157.
Satu catatan jujur: beberapa situs platform masih memakai teks lama seperti "terdaftar dan diawasi Bappebti". Itu tidak otomatis berarti platformnya bermasalah, hanya teks yang belum diperbarui, tetapi pakailah daftar OJK sebagai acuan, bukan tulisan di beranda perusahaan. Prinsip OJK yang sering dikutip adalah "2L": cek Legal dan cek Logis. Janji imbal hasil tetap atau bonus berlipat adalah bendera merah. OJK bersama Satgas PASTI melaporkan telah menghentikan 228 pedagang aset keuangan digital ilegal pada Januari sampai Mei 2026.
Kartu kredit, PayPal, e-wallet, dan QRIS
Ini pertanyaan yang paling sering muncul. Aplikasi berizin yang kami baca tidak menerima kartu kredit sebagai metode setoran, dan Pintu menyebutnya eksplisit di FAQ resminya. PayPal tidak tercantum sebagai metode deposit pada platform lokal yang kami periksa. Yang tersedia adalah rute rupiah: transfer bank, virtual account, QRIS, dan e-wallet seperti GoPay, OVO, DANA, dan ShopeePay. Biayanya berbeda-beda. QRIS tercatat 0,7% di Indodax, Reku, dan Pluang, tetapi 2% di Tokocrypto. Untuk setoran Rp1.000.000, itu selisih Rp7.000 versus Rp20.000. Virtual account sering gratis atau hanya beberapa ribu rupiah. Tabel biaya per metode ada di panduan beli crypto dengan GoPay, OVO, DANA, dan QRIS.
Bagaimana dengan kartu? Ada platform luar negeri yang menerima kartu Visa atau Mastercard, Apple Pay, atau Google Pay. Sebagai contoh, CEX.IO terdaftar di Financial Conduct Authority (FCA) Inggris sebagai bisnis aset kripto di bawah Money Laundering Regulations, dan entitas AS-nya memiliki NMLS. Tetapi CEX.IO tidak berizin OJK, tidak mendukung rupiah (hanya USD, EUR, GBP), dan biaya setoran kartunya 0,49 sampai 4,99% ditambah biaya layanan menurut situsnya. Bank Anda juga bisa menolak transaksi. Itu bukan "legal di Indonesia", hanya "tersedia". Kami bahas plus-minusnya di panduan kartu kredit dan PayPal dan di ulasan CEX.IO.
Uang tunai, ATM Bitcoin, OTC, dan P2P
Kalau Anda ingin tahu apakah bisa menukar uang tunai langsung, jawabannya sulit dan jarang sesuai harapan. Berikut versi ringkasnya.
ATM Bitcoin. Kami tidak menemukan satu pun ATM Bitcoin publik di Indonesia yang terkonfirmasi beroperasi. Ada satu klaim yang belum terbukti, dari sebuah artikel Juli 2026 tanpa nama operator, tentang satu mesin di Ratu Plaza, Jakarta. Kami tidak bisa memverifikasinya, jadi jangan bepergian membawa uang tunai hanya berdasarkan klaim itu. Sebuah direktori pihak ketiga juga mencantumkan satu konter berstaf di Bandung yang belum terverifikasi. Mesin lama di Jakarta dan Bali statusnya tidak diketahui. Bukti, alasan, dan cara mengecek klaim ada di halaman ATM Bitcoin di Indonesia.
Uang tunai. Platform berizin tidak menerima setoran tunai lewat teller; Pintu mengutip aturan OJK untuk itu. Cara realistis: setor tunai ke rekening bank sendiri, lalu top up lewat virtual account. Di Bali ada operator penukar USDT ke rupiah tunai yang menyebut diri sendiri, tetapi itu klaim operator, sebagian mengaku tidak berizin, dan ada kasus perampokan serta penculikan yang terdokumentasi. Bacaan lengkapnya ada di beli crypto dengan uang tunai.
OTC. Meja OTC lokal dibuat untuk nominal besar: ambang dilaporkan dari Rp50 juta (Reku) sampai Rp500 juta, sumber lain menyebut Rp1 miliar (Indodax), dan sekitar Rp1,5 miliar di Pintu (dari ringkasan pencarian, belum terkonfirmasi). Tokocrypto juga membuka OTC sejak 6 November 2025 dengan minimum setara sekitar US$10.000. Semuanya wajib KYC. OTC belum punya aturan khusus dan sedang masuk peta jalan OJK, jadi kami tidak menyebutnya legal atau ilegal. Untuk nominal kecil ini tidak relevan. Detailnya di panduan OTC crypto.
P2P. Binance, Bybit, dan OKX punya pasar P2P rupiah yang aktif, dengan pembayaran lewat bank dan e-wallet. Tetapi itu platform tanpa izin di Indonesia, tanpa perlindungan konsumen OJK, dan Binance P2P sendiri mengingatkan risiko rekening bank dibekukan. Kami tidak menulis bahwa P2P itu legal, dan kami juga tidak menyebut pengguna otomatis melanggar pidana, karena kami tidak menemukan pernyataan resmi yang tegas soal itu. Risiko dan kebiasaan yang lebih aman ada di panduan P2P crypto.
Jual crypto, tarik rupiah, dan simpan di dompet
Setelah membeli, dua pertanyaan berikutnya hampir selalu sama: bagaimana mencairkan, dan di mana menyimpannya. Untuk mencairkan, Anda menjual di aplikasi, lalu menarik saldo rupiah ke rekening atas nama sendiri. Sebagai gambaran dari halaman resmi: penarikan di Pintu Rp4.500 flat dan biasanya sekitar 15 menit di luar jam gangguan bank, sedangkan Indodax Rp10.000 dan Tokocrypto Rp10.000. Ingat potongan PPh 0,21% saat menjual. Detail per platform, cara mengubah USDT ke rupiah, dan kesalahan umum ada di panduan jual crypto ke rupiah.
Soal penyimpanan, bursa berizin memungkinkan penarikan ke alamat dompet eksternal dengan biaya jaringan. Dompet sendiri bukan platform teregulasi dan tidak bisa dipakai membeli rupiah langsung tanpa jalur masuk. Ketersediaan perangkat keras dan aplikasi dompet tertentu di Indonesia belum kami verifikasi, karena itu kami jelaskan prinsipnya saja di dompet crypto terbaik di Indonesia.
Peta wilayah: apa yang ada di mana
Infrastruktur crypto Indonesia sangat terpusat di Jawa. Semua platform besar berkantor di Jakarta (Pintu di Trinity Tower, Jl. H.R. Rasuna Said, dan Upbit Indonesia di Menara Astra, Jl. Jenderal Sudirman, keduanya kami verifikasi dari situs resmi), dan sebagian besar meja OTC ada di sana. Di luar Jawa dan Bali kami tidak menemukan layanan tunai atau ATM sama sekali, meski itu bukan bukti mutlak tidak ada. Bagi pembeli di mana pun, jalurnya sama: aplikasi berizin, rekening bank, QRIS. Yang berbeda hanya kecepatan internet dan kebiasaan setempat.
| Wilayah | Internet (APJII 2025) | Yang kami temukan | Halaman |
|---|---|---|---|
| Jawa | 84,69% | Kantor platform besar, OTC, ATM lama tak terkonfirmasi | Jakarta |
| Sumatra | 77,12% | Tidak ada layanan tunai atau ATM | Medan |
| Kalimantan | 78,72% | Tidak ada layanan tunai atau ATM | Pulau lain |
| Bali + Nusa Tenggara | 76,86% | Penukar USDT tunai (klaim operator), risiko kriminal | Bali |
| Sulawesi | 71,64% | Tidak ada layanan tunai atau ATM | Makassar |
| Maluku + Papua | 69,26% | Tidak ada layanan tunai atau ATM | Pulau lain |
Di Jawa, Jakarta adalah pusat pasar, sedangkan Tangerang, Bekasi, dan Depok adalah kota penyangga dengan transaksi kecil lewat e-wallet dan QRIS. Bandung punya satu konter berstaf yang diklaim sebuah direktori (belum terverifikasi dan berlabel "tanpa KYC", jadi berhati-hatilah). Surabaya adalah kota dagang Jawa Timur, dan Yogyakarta kota mahasiswa dengan budaya e-wallet yang kuat. Di luar Jawa, Medan jadi gerbang Sumatra, Makassar gerbang Indonesia timur, dan Batam berdekatan dengan Singapura sehingga soal uang lintas negara dan kewajiban melaporkan uang tunai perlu dipahami. Gambaran semua pulau ada di crypto di pulau-pulau Indonesia, dan semua kota ada di indeks lokasi.
Bali: mikro-lokasi yang punya cerita sendiri
Bali paling sering dicari, dan paling penuh jebakan. Pulau ini menerima sekitar 6,95 juta wisatawan asing langsung pada 2025 menurut BPS Bali, punya 1.144.332 merchant QRIS per Juli 2026 menurut BI Bali, dan 601 penukar uang berizin menurut BI. Tapi tidak ada ATM Bitcoin publik yang terkonfirmasi. Bali secara umum kami bahas sebagai gambaran pulau, lalu tiap area berbeda: Denpasar untuk warga dan perbankan lokal sehari-hari, Canggu untuk pekerja jarak jauh dan Bitcoin House Bali (ATM Lightning untuk edukasi yang dibuka 31 Mei 2024, tanpa bukti ia mengeluarkan rupiah), Seminyak untuk wisatawan dan jebakan penukar uang, Ubud untuk tinggal lama dan retret, serta Kuta untuk urusan praktis dekat bandara. Turis yang ingin menukar crypto ke tunai sebaiknya membaca dulu bagian risikonya, karena yang terdokumentasi adalah perampokan dan penculikan terhadap pemegang crypto dan kurir uang, bukan penangkapan turis.
Jalur mana yang cocok untuk Anda
Kalau Anda warga Indonesia dengan rekening bank dan e-KTP, pilih aplikasi berizin dan jangan buang waktu di jalur lain. Kalau nominalnya kecil, QRIS dan virtual account cukup. Kalau Rp50 juta ke atas, tanyakan meja OTC platform pilihan Anda. Kalau Anda orang asing, persyaratannya biasanya paspor plus KITAS, KITAP, atau visa jangka panjang. Kami hanya menemukan ketentuan itu untuk Tokocrypto lewat cuplikan pencarian, dan belum bisa memastikan turis dengan visa singkat bisa membuka akun di PAKD mana pun. Kalau Anda butuh kartu, pahami bahwa Anda keluar dari wilayah yang diawasi OJK. Kalau seseorang menawarkan "imbal hasil pasti" atau "komunitas edukasi" lewat pesan, berhenti dulu dan baca penipuan crypto di Indonesia.
Satu hal lagi yang sering salah paham. Platform luar negeri besar seperti Binance, KuCoin, OKX, MEXC, dan Coinbase disebut OJK termasuk platform yang dihentikan karena tidak berizin (keterangan OJK Agustus 2026 yang diberitakan media). Itu tentang platformnya. Kami tidak menemukan aturan yang memidanakan pengguna ritel, dan kami juga tidak menemukan pernyataan resmi bahwa memakai platform itu legal. Kami memilih kata "tidak berizin, tanpa perlindungan OJK", dan kami sengaja tidak memasukkannya ke kategori "aman".
Tentang situs ini dan cara kami bekerja
Crypto Indonesia adalah panduan independen dari Redaksi Crypto Indonesia. Kami menulis berdasarkan sumber resmi bila bisa dibuka, menandai data pihak ketiga sebagai pihak ketiga dan menandai fakta yang belum bisa dikonfirmasi. Skema penilaian dan siklus pengecekan ulang dijelaskan di halaman metodologi, sementara tentang kami menjelaskan siapa kami. Kalau ingin menyelam lebih dalam, semua panduan terkumpul di indeks panduan. Kalau menemukan angka yang sudah berubah, beri tahu kami lewat halaman kontak, karena aturan biaya seperti perubahan CFX per 1 Oktober 2026 memang bergerak cepat.
Sumber & verifikasi
- OJK - Whitelist penyelenggara perdagangan aset keuangan digital dan aset kripto berizin
- OJK - Perizinan ITSK, aset keuangan digital, dan aset kripto (daftar berizin)
- Ditjen Pajak - PMK 50/2025 tentang pajak aset kripto
- IDX Channel - OJK catat 34 entitas aset keuangan digital berizin (24 Sep 2026)
- CNBC Indonesia - OJK catat transaksi kripto Rp20,52 T per Juli 2026
- Chainalysis - 2026 Global Crypto Adoption Index
- Bank Indonesia - Siaran pers 20/4/DKom tentang virtual currency (13 Jan 2018)
- Pintu - FAQ cara deposit rupiah
Biaya, limit, dan status izin bisa berubah; selalu cek situs resmi dan daftar izin OJK sebelum bertransaksi.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah legal beli crypto di Indonesia?
Memiliki dan memperdagangkan crypto sebagai aset keuangan digital diperbolehkan, dan sejak 10 Januari 2025 pengawasannya ada di OJK, bukan Bappebti. Crypto bukan alat pembayaran sah. Hanya rupiah yang boleh dipakai membayar barang dan jasa di Indonesia. Transaksi aman sebaiknya lewat pedagang berizin OJK.
Aplikasi crypto apa yang berizin OJK?
Contoh pedagang berizin (PAKD) pada daftar OJK yang kami baca: Indodax, Tokocrypto, Pintu, Reku, Pluang, Ajaib, Triv, Upbit Indonesia, dan Luno sejak 25 Mei 2026. Daftar berubah, jadi cocokkan nama perusahaan dan alamat situs atau aplikasinya di halaman perizinan OJK sebelum mendaftar.
Berapa minimal beli Bitcoin di Indonesia?
Tergantung aplikasi. Pintu menetapkan minimal Rp11.000 per transaksi dan mode LITE Indodax Rp10.000. Setoran minimal Pintu Rp50.000, sedangkan Indodax, Reku, Pluang, dan Tokocrypto Rp10.000. Bitcoin bisa dibeli pecahan, jadi tidak perlu membeli satu koin utuh.
Berapa lama verifikasi akun crypto?
Pintu menyebut sekitar 10 menit sampai 24 jam untuk verifikasi e-KTP dan selfie yang dikirim pukul 08.00 sampai 23.59 WIB. Tokocrypto menyebut sekitar satu hari kerja. Total pemula dari pendaftaran sampai pembelian pertama biasanya 20 sampai 45 menit menurut perkiraan kami, bila verifikasi disetujui cepat.
Bisakah beli crypto pakai kartu kredit, GoPay, atau QRIS?
Aplikasi berizin OJK yang kami baca tidak menerima kartu kredit. Top up rupiah lewat virtual account, QRIS, dan e-wallet seperti GoPay, OVO, dan DANA tersedia di banyak platform, dengan biaya sekitar 0,7 sampai 2 persen untuk QRIS dan e-wallet, sedangkan virtual account sering lebih murah.
Apakah ada ATM Bitcoin di Indonesia?
Kami tidak menemukan ATM Bitcoin publik yang terkonfirmasi beroperasi di Indonesia. Ada klaim yang belum terbukti tentang satu mesin di Ratu Plaza, Jakarta, dan satu konter berstaf di Bandung yang belum terverifikasi. Jalur praktisnya tetap lewat aplikasi berizin, top up rupiah dari rekening bank, lalu beli.
Berapa pajak crypto di Indonesia?
Sejak PMK 50/2025 (berlaku 1 Agustus 2025), penjualan lewat pedagang dalam negeri berizin dikenai PPh Pasal 22 final 0,21 persen yang dipotong platform, dan 1 persen lewat platform asing. Pembelian kripto sendiri tidak dikenai PPN. Biaya layanan platform mengikuti ketentuan terpisah.

PanduanCara beli
PanduanBursa terbaik
PanduanStatus hukum
PanduanPajak crypto
PanduanKartu & PayPal
PanduanATM Bitcoin




