Urutannya hampir sama di semua aplikasi, hanya nama tombolnya yang berbeda.
- Pastikan akun terverifikasi dan rekening bank sudah terdaftar. Penarikan rupiah hanya bisa ke rekening yang tercatat di akun Anda. Pintu menyarankan memeriksa rekening sebelum menarik.
- Jual koin ke rupiah. Pakai mode jual instan kalau ingin sederhana (Pintu biasa, Reku Lightning, Indodax LITE, Pluang Instant Order, Tokocrypto Jual), atau mode pro kalau ingin mengatur harga sendiri.
- Cek saldo rupiah di dompet IDR. Pajak dan biaya sudah dipotong di sini, jadi angkanya lebih kecil dari nilai jual kotor.
- Ajukan penarikan ke rekening bank. Masukkan nominal di atas batas minimum platform, lalu konfirmasi dengan PIN atau OTP.
- Tunggu notifikasi bank. Sekitar 15 menit di luar jam gangguan, atau sampai jam kerja berikutnya kalau diajukan saat bank offline.
{{/steps}}
Dua hal yang sering terlewat. Pertama, saldo koin dan saldo rupiah itu dua dompet terpisah: koin yang sudah Anda jual tidak otomatis bisa ditarik sampai menjadi rupiah. Kedua, nominal jual yang sangat kecil bisa habis oleh biaya tetap. Menarik Rp50.000 di Pintu berarti Rp4.500 (9%) hilang hanya untuk biaya tarik, jadi lebih masuk akal mengumpulkan beberapa penjualan sebelum menarik.
Tabel ini merangkum data dari halaman bantuan masing-masing platform (Pintu, Indodax, Tokocrypto, Reku). Semuanya adalah biaya penarikan rupiah saja, belum termasuk biaya jual dan pajak, yang dibahas di bagian berikutnya.
| Platform | Biaya tarik | Minimum dan batas | Waktu cair |
|---|
| Pintu | Rp4.500 flat | Min Rp50.000; maks Rp500 juta per transaksi ke bank besar, Rp250 juta ke bank lain | Sekitar 15 menit di luar jam gangguan bank; di atas Rp250 juta bisa 1-2 hari kerja |
| Indodax | Rp10.000 (+Rp1.000 bila verifikasi OTP SMS) | Min Rp100.000; maks Rp5 miliar per transaksi | Real-time untuk bank besar di luar jam gangguan; hubungi dukungan bila lewat 1x24 jam |
| Tokocrypto | Rp10.000 | Batas tidak kami konfirmasi | Sekitar 15 menit, maksimal 1x24 jam kerja tergantung kliring bank |
| Reku | Tidak ada biaya Reku, tetapi biaya ADM bank Rp6.500 flat | Min Rp30.000; maks Rp3 miliar per hari | Tidak kami konfirmasi di halaman resmi |
Pintu dan Indodax paling rinci soal batas dan jadwalnya. Untuk Tokocrypto, angka Rp10.000 datang dari halaman biayanya, sedangkan estimasi 15 menit datang dari panduan bahasa Indonesia yang terakhir diperbarui sekitar setahun lalu, jadi anggap itu perkiraan. Platform multi-aset seperti Pluang menarik saldo hanya dari saldo "IDR Crypto" ke rekening terdaftar. Biaya tariknya tidak kami temukan dengan pasti, jadi lihat langsung di aplikasinya. Perbandingan platform yang lebih luas, termasuk biaya beli dan top up, ada di bursa crypto terbaik di Indonesia; detail per platform ada di ulasan Pintu, Indodax, Tokocrypto, dan Reku.
Contoh hitungan: menjual Rp10 juta
Angka konkret membantu melihat ke mana uang pergi. Bayangkan Anda menjual koin senilai Rp10.000.000 di platform berizin OJK dan menarik semuanya ke rekening.
PPh Pasal 22 final atas penjualan lewat platform dalam negeri adalah 0,21% dari nilai transaksi, jadi Rp21.000. Pajak ini hanya dikenakan di sisi jual, tidak di sisi beli, dan sejak 1 Agustus 2025 tidak ada PPN atas jual beli koinnya (PMK 50/2025 menurut DJP, dijelaskan di panduan pajak crypto). Di atas itu ada biaya transaksi yang berbeda per platform:
- Pintu: tidak ada biaya trading terpisah karena harga yang tampil sudah mencakup biaya, yang artinya Anda membayar selisih harga (spread). Komponen CFX tertulis 0,0111% (Rp1.110) sampai 30 September dan 0,00555% (sekitar Rp555) mulai 1 Oktober 2026. Ditambah tarik Rp4.500, hasil bersih kira-kira Rp9.973.000 sebelum spread.
- Reku mode Lightning: biaya platform 0%, CFX 0,0111% (Rp1.110), ditambah pajak Rp21.000, dan ADM bank Rp6.500. Sisa sekitar Rp9.971.000 sebelum kemungkinan spread, yang belum kami konfirmasi.
- Tokocrypto pasangan IDR: jual sebagai taker 0,4322% (sudah termasuk pajak 0,21% dan biaya bursa 0,0222%) atau Rp43.220, lalu tarik Rp10.000. Sisa sekitar Rp9.946.780. Sebagai maker 0,3322%, sisa sekitar Rp9.956.780. Angka ini tabel resmi per 18 Juni 2026.
- Indodax: persentase maker dan taker tidak bisa kami konfirmasi, jadi kami tidak menghitungnya. Yang pasti adalah pajak 0,21% dan biaya tarik Rp10.000.
Selisihnya hanya puluhan ribu rupiah, tetapi polanya penting: dalam jumlah kecil, biaya tarik tetap lebih terasa, dalam jumlah besar, persentase biaya dan spread mendominasi. Angka-angka di atas bukan rekomendasi. Kami tidak menghitung spread karena berubah tiap detik, dan itu sering jadi biaya terbesar yang tidak tertulis.
Cara menjual USDT ke rupiah
USDT adalah stablecoin yang nilainya dipatok ke dolar AS, dan banyak orang menyimpan dana di sana sebelum mencairkannya. Rutenya di aplikasi lokal tidak berbeda dari menjual koin lain, tetapi ada beberapa titik rawan.
Kalau USDT Anda sudah ada di aplikasi berizin OJK, jual langsung di pasangan USDT/IDR lalu tarik seperti biasa. Kalau USDT masih di dompet pribadi atau di platform luar negeri, Anda perlu mengirimnya dulu ke alamat deposit USDT di aplikasi lokal. Di sini aturan emasnya: jaringan harus sama di kedua ujung. USDT ada di beberapa jaringan (misalnya TRC20, ERC20, BEP20), dan alamat yang tampak mirip di jaringan berbeda bisa membuat koin tidak sampai. Pilih jaringan yang didukung halaman deposit platform tujuan, lalu kirim dulu nominal kecil sebagai uji. Platform mana mendukung jaringan apa tidak kami verifikasi satu per satu, jadi lihat layar deposit di aplikasinya. Deposit koin di Indodax, Reku, dan Pluang tidak dikenai biaya; yang Anda bayar adalah biaya jaringan di sisi pengirim.
Kalau koin Anda tidak punya pasangan rupiah, Tokocrypto menjelaskan rutenya: jual koin itu ke USDT dulu, lalu USDT ke IDR. Ada konsekuensi pajaknya. Menurut penjelasan DJP, PPh 0,21% berlaku untuk penjualan atau pertukaran lewat platform berizin, dan tabel Tokocrypto menunjukkan PPh 0,21% juga pada pasangan USDT. Bacaan kami: rute dua langkah bisa dikenai pajak di kedua langkah, masing-masing atas nilai transaksinya. Ini kesimpulan kami dari aturannya, bukan jawaban tertulis DJP soal rute ini. Kalau angkanya besar, tanyakan ke dukungan platform atau konsultan pajak.
Dua catatan lagi. Platform bisa meminta informasi tambahan soal asal dana untuk deposit koin dari luar. Ambang batas aturan perjalanan (travel rule) yang berlaku saat ini belum bisa kami konfirmasi, jadi jangan heran kalau ada pertanyaan tambahan. Lalu, koin yang Anda jual di aplikasi lokal dikenai tarif platform dalam negeri (0,21%), apa pun asalnya. Bagaimana pajak untuk transaksi di platform asing, baca panduan pajak.
Jam gangguan bank: kenapa penarikan kadang terlambat
Penarikan rupiah bergantung pada bank tujuan, bukan hanya pada aplikasinya. Bank punya jendela pemeliharaan atau gangguan harian, dan permintaan yang masuk di jendela itu baru diproses setelahnya. Pintu menerbitkan jadwal yang berguna sebagai patokan (WIB): BCA 22.00 sampai 06.00; Mandiri dan BRI 23.00 sampai 04.00; BNI 23.00 sampai 03.00; CIMB 21.00 sampai 09.00; Sahabat Sampoerna 24.00 sampai 09.00; bank lain 23.00 sampai 05.00.
Jadwal itu milik Pintu dan bisa berbeda di platform lain. Indodax memberi contoh serupa: permintaan ke BCA yang diajukan antara 22.00 dan 04.59 baru masuk setelah pukul 05.00. Untuk jumlah besar, Indodax menjelaskan bahwa nominal di atas Rp250 juta ke bank non-utama lewat SKN atau RTGS yang hanya berjalan di jam kerja bank. Pintu menyebut nominal di atas Rp250 juta bisa memakan 1-2 hari kerja. Kalau uang Anda perlu tiba pada waktu tertentu, ajukan di pagi atau siang hari kerja, dan jangan menjelang akhir pekan.
Praktis: kalau Anda mencairkan jumlah besar untuk membayar sesuatu, jangan menjual pada menit terakhir. Jual dan tarik sehari sebelumnya, pada jam kerja.
Kesalahan yang paling sering terjadi
Sebagian besar masalah penarikan bisa dihindari. Berikut yang paling sering dan paling mahal.
Salah jaringan. Mengirim USDT atau koin lain lewat jaringan yang tidak didukung alamat tujuan adalah kesalahan yang paling mahal, karena koin bisa hilang permanen. Selalu cocokkan jaringan, dan untuk koin yang memakai memo atau tag, isi juga kolom itu.
Rekening pihak ketiga. Pintu menegaskan deposit harus dari rekening atas nama yang sama dengan akun, dan tidak menerima setoran tunai di teller bank. Di sisi tarik, aplikasi yang kami baca hanya mengirim ke rekening yang terdaftar. Jangan meminta teman atau keluarga menerima uang Anda "sebentar" lewat rekening mereka. Itu mengundang pertanyaan bank dan bisa membuat dana tertahan.
Menjual di pasangan yang salah. Pasangan USDT dan pasangan IDR punya biaya berbeda. Di Tokocrypto pasangan USDT atau crypto-ke-crypto 0,4044% (termasuk PPh), sedangkan jual di pasangan IDR sebagai taker 0,4322%. Periksa pasangan sebelum menekan tombol.
Memakai mode instan untuk jumlah besar. Mode instan nyaman, tetapi Anda membayar spread. Untuk penjualan puluhan juta, mode pro dengan order limit sering lebih murah, walau lebih lambat.
Menarik di jam gangguan lalu panik. Uang tidak hilang, hanya tertunda. Tunggu sampai jendela bank berakhir sebelum menghubungi dukungan, kecuali sudah lewat satu hari kerja.
Menunda sampai ada masalah akun. Verifikasi KTP, rekening terdaftar, dan nomor telepon sebaiknya sudah beres sebelum Anda butuh uang cepat. Menurut Pintu, KYC bisa memakan 10 menit sampai 24 jam, dan hanya diproses pukul 08.00 sampai 23.59 WIB.
Menjual lewat P2P atau OTC: kapan masuk akal
Semua yang di atas memakai jalur resmi: aplikasi berizin, rekening atas nama sendiri. Dua jalur lain sering muncul di pencarian.
P2P (peer-to-peer) berarti Anda menjual ke orang lain, lalu pembeli mentransfer rupiah langsung ke rekening Anda. Platform yang dipakai, seperti Binance, Bybit, dan OKX, tidak berizin di Indonesia, sehingga tidak ada perlindungan OJK. Risiko terbesarnya ada di sisi rekening Anda: Binance sendiri memperingatkan bahwa rekening penjual bisa dibekukan bila pembeli terkait kasus penipuan atau pencucian uang, dan menyarankan memakai rekening khusus. Pajaknya juga lebih tinggi, 1% PPh final untuk penjualan di platform asing. Baca panduan P2P sebelum mencoba.
OTC dipakai untuk jumlah besar. Indodax, misalnya, menyebut minimum sekitar Rp500 juta (satu sumber lain Rp1 miliar), dengan harga yang disepakati sebelum transaksi. Kalau angka Anda jauh di bawah itu, OTC bukan untuk Anda, dan aplikasi biasa sudah cukup. Detailnya ada di panduan OTC crypto.
Bagaimana dengan uang tunai? Di Bali beberapa layanan mengklaim menukar USDT ke rupiah tunai. Itu klaim operator, dan salah satunya menyatakan sendiri bahwa ia bukan lembaga keuangan berizin. Kami tidak merekomendasikannya; ada alasan dan contoh risikonya di panduan uang tunai dan di halaman Bitcoin ATM, yang juga menjelaskan kenapa mesin ATM crypto tidak bisa jadi jalan keluar di sini.
Setelah uang masuk: pajak, catatan, dan keamanan
Karena PPh 0,21% sudah dipotong platform dan bersifat final, Anda tidak perlu menghitung ulang pajak atas penjualan lewat aplikasi lokal. Tetap simpan tangkapan layar atau riwayat transaksi bulanan, karena itu bukti ketika bank atau kantor pajak bertanya tentang asal dana. Bagaimana pelaporan di SPT dan pengecualian lainnya, baca panduan pajak; kami tidak mengulangnya di sini.
Kalau koin Anda sebelumnya disimpan di dompet sendiri, memindahkannya ke aplikasi lokal bukan penjualan. Pajak 0,21% dipotong saat Anda menjual atau menukarnya. Soal cara menyimpan koin di dompet pribadi dengan aman, lihat dompet crypto terbaik.
Terakhir, hati-hati dengan "bantuan" yang datang setelah Anda mengeluh di media sosial. Akun palsu yang mengaku dukungan Pintu, Indodax, atau platform lain adalah pola penipuan klasik, dan mereka biasanya meminta kode OTP atau akses ke akun. Dukungan resmi tidak akan meminta PIN atau OTP Anda. Kenali polanya di panduan penipuan crypto, dan pastikan Anda hanya memakai platform yang tercantum di daftar putih OJK. Soal status hukum penyimpanan dan penjualan, lihat apakah crypto legal di Indonesia.
Kalau uang belum masuk: urutan pengecekan
Urutan yang kami sarankan sebelum menghubungi dukungan: pertama, cek jam dan hari. Kalau Anda mengajukan saat jendela gangguan bank, tunggu. Kedua, cek status di riwayat penarikan aplikasi. Kalau statusnya masih proses, dana belum keluar dari platform. Ketiga, cek nomor rekening dan nama bank di data akun, karena salah satu digit membuat penarikan gagal atau kembali ke saldo. Keempat, bila sudah lewat satu hari kerja (Pintu) atau 1x24 jam (Indodax), kirim tiket ke dukungan dengan email akun, ID transaksi, dan nama bank tujuan. Pintu secara eksplisit meminta ketiga data itu. Tulis pesan yang ringkas dan lampirkan tangkapan layar, bukan berulang kali membuka tiket baru.