Buka akun EN
  1. Beranda
  2. Panduan
  3. Dompet crypto

Panduan · 11 menit

Dompet crypto mana yang cocok untuk Anda di Indonesia?

Dompet terbaik bergantung pada jumlah dan tujuan Anda. Untuk nominal kecil, dompet di aplikasi berizin OJK cukup. Untuk simpanan jangka panjang, dompet sendiri lebih aman, asal seed phrase Anda jaga.

Buka akun cryptoJalur kartu luar negeri, tanpa rupiah

Terdaftar di FCA (Inggris) dan NMLS (AS). Bukan platform berizin OJK. Baca catatan kami.

Bandingkan bursa berizin OJK →
Koin crypto di atas laptop, simbol penyimpanan aset digital
✓ Dicek ke sumber resmi 9 menit baca

9 menit baca

Di halaman ini
  1. Dompet di aplikasi atau dompet sendiri: apa bedanya?
  2. Kapan dompet di aplikasi cukup, kapan perlu dompet sendiri
  3. Jenis dompet sendiri: perangkat lunak dan perangkat keras
  4. Cara menarik koin dari aplikasi berizin ke dompet sendiri
  5. Ledger, MetaMask, Trust Wallet: apa yang belum bisa kami pastikan
  6. Seed phrase: aturan yang tidak boleh dilanggar
  7. Phishing dan jebakan yang paling sering
  8. Setelah koin di dompet sendiri: menjual kembali dan pajak

Dompet crypto terbaik bukan satu produk, melainkan satu pilihan: siapa yang memegang kunci akses ke koin Anda. Kalau nominalnya kecil dan Anda sering jual beli, saldo di aplikasi berizin OJK seperti Pintu, Indodax, atau Reku sudah cukup dan paling praktis. Kalau Anda menyimpan untuk jangka panjang atau jumlahnya cukup besar, dompet sendiri (non-kustodian), terutama dompet perangkat keras, memberi kontrol dan keamanan lebih baik, dengan syarat Anda menjaga seed phrase dengan disiplin. Di halaman ini kami jelaskan perbedaannya, cara menarik koin dari aplikasi lokal ke dompet sendiri, dan hal-hal yang tidak bisa kami pastikan soal merek tertentu.

Sumber & verifikasi

  1. Pintu: biaya dan batas (tabel biaya jaringan)
  2. Reku: biaya crypto (transfer ke wallet eksternal)
  3. Indodax Help Center: biaya transaksi dan penarikan aset digital
  4. Pluang: biaya crypto
  5. Ethereum.org: keamanan dan pencegahan penipuan
  6. Bitcoin.org: mengamankan dompet Anda
  7. OJK: daftar pedagang aset keuangan digital berizin (CFX, salinan siaran pers)

Biaya, limit, dan status izin bisa berubah; selalu cek situs resmi dan daftar izin OJK sebelum bertransaksi.

Pertanyaan yang sering muncul

Apa dompet crypto terbaik untuk pemula di Indonesia?

Untuk pemula dengan nominal kecil, dompet di aplikasi berizin OJK seperti Pintu, Indodax, atau Reku sudah cukup karena tidak perlu menyimpan seed phrase. Begitu nilai koin terasa besar bagi Anda, pertimbangkan dompet sendiri, idealnya perangkat keras, setelah berlatih dengan nominal kecil.

Apa beda dompet kustodian dan non-kustodian?

Di dompet kustodian, misalnya akun di aplikasi exchange, penyedia memegang kunci dan Anda login dengan kata sandi. Di dompet non-kustodian, Anda sendiri memegang kunci lewat seed phrase. Keuntungannya kontrol penuh, risikonya tidak ada yang bisa memulihkan akses kalau seed phrase hilang atau dicuri.

Bisakah saya tarik crypto dari Pintu, Indodax, atau Reku ke dompet sendiri?

Bisa. Pintu, Reku, Indodax, dan Pluang mendukung pengiriman ke alamat blockchain eksternal dengan biaya jaringan, menurut halaman resmi mereka. Pastikan jaringan dan alamat benar, dan kirim nominal kecil dulu sebagai uji coba.

Apakah Ledger, MetaMask, dan Trust Wallet tersedia di Indonesia?

Belum bisa kami konfirmasi. Kami tidak memverifikasi pengiriman Ledger ke Indonesia maupun ketersediaan MetaMask dan Trust Wallet di toko aplikasi Indonesia. Cek langsung di situs resmi pembuatnya dan hanya beli perangkat dari toko resmi atau reseller yang diumumkan pembuatnya.

Apa yang harus dilakukan kalau seed phrase saya hilang?

Kalau dompet masih bisa dibuka, segera buat dompet baru dengan seed phrase baru dan pindahkan semua aset. Kalau dompet sudah tidak bisa diakses dan tidak ada salinan seed phrase, aset hampir pasti tidak bisa dipulihkan. Itu sebabnya cadangan fisik, bukan tangkapan layar, sangat penting.

Apakah menyimpan crypto di dompet sendiri legal di Indonesia?

Kami tidak menemukan aturan yang melarang individu menyimpan aset kripto di dompet pribadi, tetapi kami juga tidak menemukan pernyataan OJK yang menyetujuinya secara tegas. Yang jelas, crypto sah sebagai aset investasi, bukan alat pembayaran. Transaksi Anda tetap memakai aplikasi berizin untuk beli dan jual rupiah.

Buka akun crypto→